Skip to main content

Major, Minor, dan Observasi dalam Audit ISO: Apa Bedanya?

 

 Perbedaan major, minor dan observasi

Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat membahas audit ISO 9001 adalah tentang perbedaan antara temuan Major, Minor, dan Observasi. Tidak jarang terjadi perbedaan persepsi mengenai ketiga kategori ini.

Perlu dipahami bahwa dalam audit internal, kategori temuan umumnya ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Namun, secara praktis, pembagian berikut dapat digunakan sebagai acuan:

1. Temuan Major

Temuan major menunjukkan bahwa suatu persyaratan standar ISO tidak didokumentasikan dan juga tidak diterapkan.

Contoh:
  • Perusahaan tidak memiliki prosedur audit internal.
  • Audit internal tidak pernah dilaksanakan.
Temuan seperti ini menunjukkan adanya kegagalan sistem dalam memenuhi persyaratan standar.

2. Temuan Minor

Temuan minor terjadi ketika persyaratan standar ISO hanya terpenuhi sebagian.

Misalnya:
  • Prosedur sudah dibuat, tetapi tidak dijalankan.
  • Praktik sudah dijalankan, tetapi belum didokumentasikan.
Contoh yang sering ditemukan adalah penyimpangan dalam penerapan prosedur atau instruksi kerja yang sudah ditetapkan.

3. Observasi

Observasi bukanlah ketidaksesuaian terhadap persyaratan standar ISO.

Kategori ini lebih bersifat masukan atau saran dari auditor untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen. Dengan kata lain, tidak ada pelanggaran standar, tetapi masih ada peluang perbaikan yang dapat dipertimbangkan perusahaan. Kategori ini dikenal juga dengan sebutan OFI (Opportunity for Improvement)

Mengapa Ada Kategori Major dan Minor?

Tujuannya adalah untuk membantu perusahaan menentukan prioritas tindakan perbaikan. Semakin besar dampak ketidaksesuaian terhadap sistem manajemen, semakin tinggi tingkat prioritas penanganannya.

Bagaimana Pengaruhnya terhadap Sertifikasi ISO?

Dalam audit eksternal yang dilakukan oleh badan sertifikasi, temuan major memiliki konsekuensi yang lebih serius dibandingkan temuan minor.

Pada umumnya, adanya satu temuan major dapat menyebabkan proses sertifikasi atau status sertifikat ditangguhkan sampai perusahaan menunjukkan bahwa tindakan perbaikan yang memadai telah dilakukan dan diverifikasi oleh auditor.

Karena itu, setiap temuan audit sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai "kesalahan", melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan memperkuat sistem manajemen perusahaan.

Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Ini Dia Pedoman Audit ISO 19011 dalam Bahasa Indonesia

Pedoman audit ISO 19011 merupakan dokumen acuan kegiatan audit ISO dan dokumen ini penting dipelajari. Semua perusahaan yang mengadopsi sistem manajemen ISO wajib melakukan kegiatan audit internal secara berkala, setidaknya satu tahun satu kali.   Audit internal merupakan kegiatan penting dalam penenerapan sistem manajemen iso sebab tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mendukung perbaikan kinerja perusahaan.  Audit internal dilaksanakan oleh auditor internal yang terlatih, demikian disyaratkan standar ISO. Kompetensi seorang auditor internal ditentukan dan ditetapkan dalam prosedur audit internal. Bagaimana melaksanakan audit internal?  Lembaga standar internasional ISO menerbitkan pedoman audit ISO 19011. Saat ini pedoman audit yang berlaku adalah edisi tahun 2018. Pedoman audit diberi judul ISO 19011:2018:  Guidelines for auditing management systems. Anda bisa membaca pedoman audit ISO 19011 dalam bahasa Indonesia. Seorang anggota QualityClub , telah mente...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan

Sintegral Jadwal Training 2026