Skip to main content

Saat Sasaran Mutu Tidak Tercapai, Apa yang Harus Dilakukan?

Temuan audit ISO 9001


Salah satu temuan paling umum dalam audit eksternal (audit yang dilakukan oleh auditor lembaga sertifikasi) adalah tidak dilaksanakannya tindakan korektif atas ketidaksesuaian.

Secara sederhana, ketidaksesuaian adalah kondisi ketika suatu persyaratan tidak terpenuhi. Misalnya, ISO 9001 mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan sasaran mutu pada fungsi dan tingkatan yang sesuai. Sasaran mutu tersebut juga wajib dipantau secara berkala untuk menilai sejauh mana target dapat tercapai.

Dalam praktiknya, tidak tercapainya sasaran mutu merupakan hal yang cukup umum dalam operasional perusahaan. Namun, yang sering terlewat adalah kewajiban untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dan melakukan tindakan korektif agar target tersebut dapat tercapai pada periode berikutnya.

Proses identifikasi akar penyebab dan tindak lanjut perbaikannya biasanya didokumentasikan dalam formulir atau dokumen yang telah ditetapkan perusahaan. Nama dokumen tersebut dapat berbeda-beda, seperti NCR (Non-Conformity Report), CAR (Corrective Action Request), atau CPAR (Corrective and Preventive Action Request), maupun istilah lain yang digunakan perusahaan.

Karena itu, jangan lupa mendokumentasikan analisis masalah dan tindakan perbaikan yang diperlukan setiap kali ditemukan ketidaksesuaian. Kalau tidak, siap-siap mendapat finding dari auditor eksternal.

 

Memahami Sasaran Mutu dalam ISO

Dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001, terdapat beberapa istilah khusus yang digunakan. Salah satu istilah yang sering menimbulkan pertanyaan adalah sasaran mutu. Banyak orang bertanya apakah sasaran mutu sama dengan KPI.

Secara sederhana, sasaran mutu pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan KPI (Key Performance Indicator), target departemen, performance target, atau istilah lain yang menggambarkan sesuatu yang ingin dicapai dengan ukuran yang jelas dan terukur.

ISO menggunakan istilah sasaran mutu untuk menjelaskan target kinerja yang harus dicapai organisasi maupun masing-masing fungsi atau departemen. Sasaran tersebut ditetapkan agar perusahaan memiliki arah yang jelas dalam meningkatkan kualitas proses, produk, layanan, maupun kepuasan pelanggan.

Contoh sasaran mutu antara lain:

* Tingkat kepuasan pelanggan minimal 90%
* Ketepatan pengiriman mencapai 98%
* Produk reject maksimal 2%
* Penyelesaian komplain pelanggan maksimal 2 hari kerja

Karena bersifat terukur, sasaran mutu biasanya memiliki indikator, target, metode pemantauan, dan periode evaluasi tertentu. Oleh sebab itu, dalam praktik sehari-hari, banyak perusahaan menyamakan sasaran mutu dengan KPI organisasi atau KPI departemen.

Sasaran Mutu “0 Komplain Pelanggan” Apakah Sudah Tepat?

Sering sekali kita menemukan sasaran mutu seperti ini:

“Tidak ada komplain pelanggan”
Target: 0 komplain

Sekilas kelihatannya bagus. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sasaran seperti ini sebenarnya kurang tepat.

Kenapa?
Karena komplain pelanggan itu bukan sesuatu yang harus “dihilangkan total”. Kalau memang ada pelayanan, produk, atau proses yang tidak sesuai, ya pelanggan memang seharusnya boleh komplain.

Kalau targetnya harus 0 komplain, kadang yang terjadi malah orang jadi takut menerima atau mencatat komplain karena khawatir target tidak tercapai.

Padahal yang lebih penting bukan “tidak ada komplain”, tetapi bagaimana perusahaan merespons dan menyelesaikan komplain tersebut.

Jadi dibanding membuat sasaran seperti:

“Tidak ada komplain pelanggan”

akan lebih bagus kalau sasaran mutunya dibuat seperti:

  • Komplain pelanggan ditindaklanjuti maksimal 1 jam.
  • Komplain pelanggan diselesaikan maksimal 1 hari kerja.

Dengan sasaran seperti ini, kita jadi lebih fokus pada kecepatan respon, penyelesaian masalah, dan kepuasan pelanggan — bukan sekadar mengejar angka nol komplain.

Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Ini Dia Pedoman Audit ISO 19011 dalam Bahasa Indonesia

Pedoman audit ISO 19011 merupakan dokumen acuan kegiatan audit ISO dan dokumen ini penting dipelajari. Semua perusahaan yang mengadopsi sistem manajemen ISO wajib melakukan kegiatan audit internal secara berkala, setidaknya satu tahun satu kali.   Audit internal merupakan kegiatan penting dalam penenerapan sistem manajemen iso sebab tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mendukung perbaikan kinerja perusahaan.  Audit internal dilaksanakan oleh auditor internal yang terlatih, demikian disyaratkan standar ISO. Kompetensi seorang auditor internal ditentukan dan ditetapkan dalam prosedur audit internal. Bagaimana melaksanakan audit internal?  Lembaga standar internasional ISO menerbitkan pedoman audit ISO 19011. Saat ini pedoman audit yang berlaku adalah edisi tahun 2018. Pedoman audit diberi judul ISO 19011:2018:  Guidelines for auditing management systems. Anda bisa membaca pedoman audit ISO 19011 dalam bahasa Indonesia. Seorang anggota QualityClub , telah mente...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan