Kemarin saya bertemu dengan pemilik sebuah perusahaan distributor. Ia bercerita bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada perusahaannya. Produk yang dijual di Indonesia merupakan barang impor dari Jerman. Sebelum konflik memanas, pengiriman barang melalui jalur laut dari Jerman ke Indonesia biasanya memakan waktu sekitar dua bulan. Namun setelah situasi geopolitik memburuk, waktu pengiriman diperkirakan bisa mencapai enam bulan. Hal ini terjadi karena kapal harus mengambil rute yang lebih jauh dan lebih aman. Perusahaan yang berlokasi di Sunter, Jakarta, tersebut telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001. Dalam standar ISO 9001, perusahaan diwajibkan mengidentifikasi isu internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kinerja organisasi. Setelah isu-isu tersebut diidentifikasi, manajemen perlu menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi atau mengurangi dampaknya. Dalam kasus ini, kondisi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah...
Apa itu isu internal dan eksternal dan mengapa penting? Memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi kegiatan bisnis sangat penting untuk pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang efektif, serta untuk mencegah terjadinya penyakit atau cidera akibat kerja. Oleh karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan isu-isu yang berasal dari dalam (isu internal) maupun dari luar (isu eksternal) yang dapat berdampak pada kinerja K3. Hal ini mencakup, antara lain, potensi bahaya yang terkait dengan aktivitas kerja, serta ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Untuk membangun sistem manajemen K3 yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi, Kamu perlu memahami organisasi secara menyeluruh. Misalnya, apa saja kegiatan yang dilakukan, di mana kegiatan tersebut dilaksanakan, siapa yang berpotensi mengalami cedera, dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Selain itu, organisasi juga perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan kinerja K3. ...