27 March 2021

ISO 45001: Perusahaan wajib lakukan sistem tanggap darurat dan evaluasi berkala

Setelah kita menentukan potensi situasi darurat yang relevan dengan aktivitas perusahaan kita bekerja, kita harus mengembangkan rencana untuk mengelola situasi tanggap darurat yang baik, demikian disyaratkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  ISO 45001 tahun 2018.

Mengelola situasi darurat merupakan hal penting untuk meminimalkan dampak situasi darurat yang merugikan perusahaan. Bila terjadi bencana dan kita tidak sistem memiliki sistem untuk mengantisipasi itu maka dampaknya akan sangat merugikan perusahaan milsanya downtime, kehilangan harta benda, cedera, biaya sakit, biaya lingkungan, dll.

Beberapa contoh situasi darurat antara lain:
  • kejadian alam, seperti angin puting beliung, banjir, gempa bumi, atau badai;
  • aksi unjuk rasa atau teroris;
  • tumpahan atau emisi bahan berbahaya seperti cairan atau gas;
  • kebakaran, ledakan atau bangunan runtuh;
  • insiden medis seperti cedera, serangan jantung, atau penyakit lainnya.
Kita wakib mengantisipasi dan merencanakan antisipasi atau sistem tanggap darurat yang baik. Hal ini dinamakan sikap proaktif untuk bersiap jika sesuatu terjadi dan mengambil tindakan untuk mencegah situasi darurat. 

Simulasi tanggap darurat perlu dilaksanakan secara terjadwal untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Berikut ini video hasil bincang-bincan saya dengan seorang pegawai HSE. Ia menceritakan pengalaman  ketika melaksanaan simuliasi tanggap darurat.


Kita wajib membuat prosedur tanggap darurat. Prosedur tanggap darurat wajib diinformasikan dan disosialisasikan kepada semua jajaran manajemen, termasuk pekerja kontraktor, tamu dan pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan.  Prosedur tanggap darurat diperlukan untuk menyiapkan sarana dan prasarana keadaan darurat, melakukan uji coba kondisi darurat dan melakukan evaluasi terhadap sistem darurat untuk perbaikan yang berkelanjutan.


Baca juga:

21 March 2021

Ini Dia Pengalaman DIaudit Auditor ISO 45001:2018

Simak video pengalaman seorang HSE saat diaudit standar k3 berbasis ISO 45001 di tempatnya bekerja, Saksikan pengalaman HSE melalui video di bawah ini.

09 March 2021

Buku panduan menerapkan ISO 22000:2018 telah terbit

Menjaga keamanan pangan melibatkan upaya gabungan dari para pihak pihak dalam rantai produksi pangan (supply chain),  Hal ini Itu berarti setiap pihak yang termasuk dalam mata rantai pangan harus  berbicara dalam bahasa yang sama dan mematuhi aturan yang sama. 

Aturan itu adalah ISO 22000, standar internasional keamanan pangan.  Standar ISO 22000 merupakan standar referensi yang disepakati secara internasional dalam industri makanan. 

Untuk memenuhi standar ISO 22000,   ISO telah merilis buku panduan baru untuk membantu para pengguna mendapatkan hasil yang maksimal dalam menerapkan sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000. Judul buku panduan  yaitu ISO 22000:2018 – Food safety management systems – A practical guide

Buku panduan ini dirancang untuk membantu industri sektor pangan untuk lebih mempersiapkan penerapan sistem manajemen keamanan pangan yang sesuai dengan persyaratan ISO 22000: 2018.


Baca juga:

06 March 2021

QualityClub: Menghadapi Audit Sertifikasi ISO 45001, Berbagi pengalaman oleh anggota QualityClub

Memahami standar internasional ISO 9000 tidak cukup hanya ikut pelatihan saja.
Perlu bertanya dan berdiskusi dengan orang-orang yang telah menerapkan standar internasional itu di perusahaan tempatnya bekerja.

Maka dari itu saya membentuk forum diskusi 9000 yaitu QualityClub, yang anggotanya antara lain wakil manajemen (management representative ISO ),  auditor internal, document control dan tim ISO berbagai perusahaan Indonesia yang telah bersertifikat ISO 9000. 

Forum ini dibentuk untuk sharing pengalaman iso di berbagai perusahaan Indonesia melalu WhatsApp Group dan Telegram dengan tujuan meningkatkan pemahaman standard ISO. QualityClub kerap membagikan contoh beberapa dokumen ISO yang biasanya digunakan untuk menghadapi proses audit sertifikasi ISO.

Selain berdiskusi via grup, QualityClub rutin mengadakan diskusi online melalui fasilitas zoom seperti acara berikut ini:



Formulir pendaftaran QualityClub via WA atau Telegram

02 March 2021

Film bagus: The Social Dilemma

Sekarang media sosial sudah menjadi candu masyarakat. Percaya atau tidak, beberapa orang Indonesia  hal pertama yang dilakukannya saat bangun pagi mengecek gadget atau internet.

Dari hasil riset disebutkan Indonesia masuk sepuluh besar negara yang masyarakatnya "keblinger internet". Bayangkan, dalam sehari tercatat "masyarakat +62" menghabiskan waktu di dunia maya hampir 8 jam, jauh dari rata-rata dunia yang sekitar 6 jam an. Dari 8 Jam yang waktu yang digunakan untuk ber-internet itu 3 jam dihabiskan orang Indonesia di media sosial.

Saya menonton sisi gelap internet dan media sosial melalui film The Social Dilemma. Film ini merangkum perkembangan teknologi dan media sosial dalam bentuk film dokumenter. Ada sederet narasumber kompeten yang belakangan menyesali sisi gelap internet dan media sosial yang mereka kembangkan.

Nara sumber dalam film The Social Dilemma antara lain mantan desainer etika Google, mantan bos twitter, pencipta tombol "Like" Facebook, penemu algorithma rekomendasi Video Youtube, dll.

Menariknya, beberapa dari narasumber mendirikan Center for Humane Technology, lembaga yang mendukung kampanye melawan kecanduan internet.

Ini cuplikan film Social Dilemma.
Film ini bisa ditonton di Netflix. Selamat menonton!