Tragedi KRL di stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memunculkan pertanyaan penting tentang bagaimana kita memandang keselamatan pekerja secara menyeluruh.
Dalam penerapan SMK3 berbasis ISO 45001, fokus kita selama ini banyak tertuju pada risiko di area kerja: mesin, peralatan, lingkungan kerja, ergonomi, bahan kimia, dan berbagai hazard lainnya. Namun, bagaimana dengan risiko perjalanan pekerja: KRL, bus, shuttle kantor, maupun perjalanan dinas?
Bagi banyak karyawan, perjalanan bukan sekadar aktivitas sebelum bekerja, melainkan bagian tak terpisahkan dari rutinitas kerja. Bahkan, paparan risikonya kadang tidak kalah besar dibanding saat berada di tempat kerja.
Jika perjalanan adalah bagian dari aktivitas kerja, maka risikonya pun layak dipertimbangkan dalam hazard identification dan risk register K3 (HIRADC/HIRARC). Sudah saatnya perspektif keselamatan pekerja kita perluas, bukan hanya saat mereka bekerja, tetapi juga saat mereka menuju pekerjaan itu sendiri.
---
Simak juga

Comments
Post a Comment