Skip to main content

ISO 14001: Setiap Kegiatan Berdampak pada Lingkungan

ISO 14001: Dampak  kegiatan perusahaan pada linkungan

ISO 14001 merupakan standar sistem manajemen lingkungan yang paling dikenal dan paling banyak diadopsi oleh perusahaan di seluruh dunia. Melalui ISO 14001, kita diajarkan cara mengelola dan melindungi lingkungan agar bumi tetap lestari dan terjaga.

Inti dari ISO 14001, sebagaimana yang saya pahami, adalah pemahaman bahwa setiap kegiatan memiliki dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dampak lingkungan tersebut wajib dikelola dan dikendalikan, bukan diabaikan. 

Sebagai contoh, kegiatan sederhana seperti mengendarai sepeda motor berkontribusi terhadap polusi udara. Membersihkan rumah menggunakan deterjen juga menimbulkan dampak lingkungan. Dalam istilah ISO 14001, deterjen disebut sebagai aspek lingkungan yang dapat menghasilkan limbah cair atau limbah bahan kimia..

Bahkan aktivitas sehari-hari yang terlihat sepele, seperti berkomunikasi melalui WhatsApp, tetap memiliki dampak lingkungan. Kita menggunakan ponsel atau laptop sebagai aspek lingkungan. Perangkat tersebut membutuhkan energi dan baterai, yang juga memiliki dampak terhadap lingkungan.

Masih banyak kegiatan lain yang berdampak pada lingkungan, termasuk kegiatan berskala besar seperti penambangan.

Dalam persyaratan ISO 14001, organisasi diwajibkan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mengendalikan aspek serta dampak lingkungan yang timbul dari setiap kegiatannya. Fokus utama ISO 14001 bukanlah menghentikan aktivitas, melainkan mengendalikan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut.

Artinya, kita tetap boleh mengendarai sepeda motor ke tempat kerja, membersihkan rumah dengan deterjen, berkomunikasi melalui WhatsApp atau QualityClub. Namun, semua kegiatan tersebut perlu dikelola dengan baik agar dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat dikendalikan dan diminimalkan.

 Tulisan ini diperbarui: 18 Januari 2026

 Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan