Skip to main content

Cermat Menggunakan Logo ISO

Tata cara penggunaan logo ISO

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi perusahaan yang berhasil memperoleh sertifikasi ISO, seperti ISO 9001, ISO 45001, ISO 14001, maupun sertifikasi ISO lainnya. Pencapaian sertifikasi ISO bukanlah proses yang mudah. Diperlukan kerja sama yang solid antar tim dari seluruh unit kerja serta lintas fungsi untuk memastikan penerapan sistem manajemen ISO secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini mencerminkan kemajuan perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen yang berstandar internasional.

Keberhasilan tersebut umumnya dirayakan melalui berbagai bentuk apresiasi, seperti penyelenggaraan seremoni, pemasangan iklan, maupun pencantuman logo ISO pada berbagai dokumen perusahaan. Tidak jarang logo ISO ditampilkan pada brosur perusahaan, profil perusahaan (company profile), kop surat, hingga media lainnya. Sebagai informasi tambahan, dalam beberapa kasus, logo ISO bahkan dicantumkan pada kendaraan operasional perusahaan dalam bentuk stiker.

Berbagai bentuk perayaan atas keberhasilan memperoleh sertifikasi bertaraf internasional tersebut pada prinsipnya merupakan hal yang wajar. Namun demikian, penggunaan logo ISO harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, serta tidak digunakan secara sembarangan.

Sebagaimana dikutip dari situs resmi ISO (International Organization for Standardization), yaitu lembaga yang menerbitkan standar internasional ISO, telah ditetapkan ketentuan sebagai berikut: Hanya ISO, anggota ISO, dan komite teknis ISO yang diperkenankan menggunakan logo ISO dan nama singkat “ISO” sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Pada umumnya, pihak lain tidak diperbolehkan menggunakan merek dagang ISO.

source: https://www.iso.org/iso-name-and-logo.html
  
Peraturan mengenai penggunaan logo ISO secara lengkap dapat dipelajari melalui dokumen ISO Name and Logo.

Setelah mempelajari ketentuan penggunaan logo ISO di atas, diharapkan Anda dapat lebih cermat dan berhati-hati dalam menggunakan logo ISO di lingkungan perusahaan.
 
Tulisan ini diperbarui: 28 Jan 2026 
 
Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan