Skip to main content

Mengapa Berpindah Lembaga Sertifikasi ISO?


Mengapa sejumlah perusahaan berpindah lembaga sertifikasi ISO? Beberapa alasan perpindahan saya rangkum dari diskusi QualityClub.

Lembaga sertifikasi ISO adalah lembaga yang melakukan audit sertifikasi manajemen ISO di berbagai perusahaan yang bersertifikat ISO. Sertifikat ISO (misalnya sertifikat ISO 9001:2015) berlaku selama tiga tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan mengganti lembaga sertifikassi meski masa berlaku sertifikat belum berakhir.



Berpindah dari badan sertiikasi ke badan sertifikasi lain sebelum masa berlaku sertifikat habis tentu diperbolehkan dengan sejumlah syarat. Namun, bukan syarat perpindahan lembaga yang ingin saya sampaikan disini, melainkan alasan sejumlah perusahaan berpindah lembaga sertifikasi ISO.

Berikut ini alasan-alasan perpindahan:

1. Biaya sertifikasi yang terlalu mahal.
Biaya sertifikasi yang mahal merupakan alasan yang paling banyak menjadi perhatian untuk berpindah ke lembaga sertifikasi lain. Manajemen menginginkan biaya serifikasi yang murah dan sebab itu mencari lembaga sertifikasi dengan harga kompetitif.

2. Memiliki sertifikat yang sama dengan Customer
Manajamen mengharapkan perusahaannya memiliki sertifikat ISO yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang sama dengan lembaga sertifikasi customer.  Keputusan ini menjadi alasan lain perubahan lembaga sertifikat.

3. Lembaga sertifikasi tidak bonafid
Alasan lain mengganti lembaga adalah lembaga sertifikasi yang lama tidak dikenal atau tidak bonafid, Hal ini bakal berdampak tidak bisa ikut tender sebab disertifikasi oleh lembaga yang tidak dikenal (misalnya tidak diakreditasi) dan tidak diakui secara global.

4. Auditor tidak berkompeten 
Perpindahan lembaga sertifikasi lama ke lembaga sertifikasi baru disebabkan minimnya improvement yang diberikan auditor kepada manajemen perusahaan oleh lembaga sertifikasi lama, temuan audit dari tahun ke tahun isinya sama, itu-itu saja, tak ada tantangan.

5. Auditor terlalu banyak memberikan temuan minor
Beberapa manajemen perusahaan alergi jika perusahaannya banyak menerima temuan dengan kategori minor. Jumlah banyak temuan minor memberi kesan manajemen perusahaan kurang atau bahkan tidak peduli terhadap perusahaanya sendiri.

Kesimpulannya, pemilihan lembaga sertifikasi ISO harus benar-benar selektif sebagai partner perusahaan yang bisa memberikan manfaat.

Baca juga:



Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan