Skip to main content

Ini Maksudnya Mengelola Knowledge ISO 9001:2015

Salah satu persyaratan ISO 9001-2015 adalah adanya elemen tentang Organizational Knowledge atau Pengetahuan Organisasi, apa itu?

Organizational knowledge atau pengetahuan organisasi merupakan pengetahuan spesifik yang dimiliki suatu organisasi dan umumnya diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber internal maupun eksternal.

Sumber internal misalnya pengetahuan yang berasal dari  pengalaman, lesson learned from failure (belajar dari kesalahan), succesfull projects, dll). Selain sumber internal, bisa juga pengetahuan (knowledge) berasal dari sumber eksternal antara lain standar, seminar, gathering dengan supplier atau pelanggan, dll).

Pengetahuan-pengetahuan ini harus dikelola sebaik-baiknya sehingga dengan pengetahuan yang terjaga dengan baik maka operasional perusahaan bisa berjalan sempurna.
 

 Sebagai ilustrasi, saya gambarkan peristiwa sbb;

Ada sebuah toko yang dikelola sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak, ibu dan seorang anak perempuannya. Toko buka mulai pagi hingga sore Keluarga ini bekerja sesuai shift kerja. Bapak bekerja pagi, ibu sore sedangkan anak perempuannya bekerja bila orang tuanya berhalangan atau sakit.
Pelanggan toko bermacam-macam. Salah satu pelanggan setia adalah seorang ibu yang sering berbelanja kebutuhan sehari-hari dan juga membeli koran. Saat selesai berbelanja ibu itu selalu membayar kebutuhan sehari-hari yang dibelinya pada hari itu, kecuali koran. Pembayaran koran disepakati dengan sang Bapak pemilik toko dilakukan setiap Sabtu. 

Suatu hari Bapak dan Ibu pemilik toko tidak bisa bekerja karena harus bepergian. Anak perempuqn menggantikan tugas bapak dan ibunya.  Ibu pelanggan setia itu marah ketika ditegur oleh sang anak perempuan pemilik toko karena ibu pelanggan tidak sekaligus membayar koran saat berbelanja ke toko. 

Untuk menghindari hal diatas, pemilik toko sebaiknya melakukan

  • mengadakan pertemuan rutin setiap minggu yang antara lain membahas hal-hal yang tidak diketahui atau yang tidak tercatat
  • menyiapkan buku catatan 
  • membuat kesepakatan dengan pelanggan secara formal misalnya menuangkan kesepatakan dalam buku catatan dan diinformasikan ke dalam rapat pertemuan mingguan.
  • melakukan pergantian shift secara teratur agar setiap penjual bisa mengenal pelanggan dengan lebih baik.
Hal-hal di atas adalah langkah-langkah sederhana dalam penerapan organizational knowledge.

Baca juga

Comments

  1. terima kasih sharingnya Pak Zul, sangat membantu.

    ReplyDelete
  2. Kalo gitu, apakah tidak tumpang tindih dengan klausul2 lainnya ya? Misal management review, internal communication, dll?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear pak Adhitia, elemen knowledge management, internal komunikasi dan management review saling mengisi satu sama lain.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan