Skip to main content

Prinsip-Prinsip Audit ISO 19011:2018

Prinsip Audit ISO 19011

Deskripsi Prinsip-Prinsip Audit sesuai ISO 19011

Pada setiap kesempatan memberikan pelatihan auditor internal berdasarkan panduan audit ISO 19011:2018, saya selalu menjelaskan dan menerangkan prinsip-prinsip audit yang menjadi dasar pelaksanaan audit.

Dalam standar ISO 19011:2018 tentang panduan audit sistem manajemen, dijelaskan prinsip-prinsip audit yang seharusnya dipahami oleh auditor internal ISO. Dengan memahami prinsip-prinsip audit ini, auditor diharapkan dapat melaksanakan audit internal secara efektif dan sesuai dengan tujuan audit yang telah ditetapkan.

Jumlah prinsip audit dalam ISO 19011:2018 adalah tujuh, yaitu:
---

1. Integritas

Auditor internal ISO harus memiliki integritas dan bertindak secara profesional. Prinsip ini mengharuskan auditor melaksanakan tugasnya secara etis, jujur, dan bertanggung jawab. Auditor harus bekerja sesuai kompetensinya, tidak memihak, dan bebas dari bias. Selain itu, auditor internal perlu peka terhadap berbagai pengaruh yang dapat muncul selama proses audit.

2. Penyajian yang Berimbang

Auditor internal harus menyampaikan laporan audit yang benar dan akurat. Laporan audit memuat temuan-temuan yang mencerminkan kejujuran dan kondisi sebenarnya. Setiap penyimpangan atau temuan audit tidak boleh ditambah maupun dikurangi dari fakta yang ada.

3. Kepedulian terhadap Profesionalisme

Dalam menjalankan tugas audit, auditor harus tekun dan menyadari pentingnya tanggung jawab yang diemban. Auditor wajib menjaga profesionalisme dengan kemampuan memberikan penilaian yang tepat dalam berbagai situasi audit.

4. Kerahasiaan

Auditor harus bersikap bijaksana dalam menggunakan dan melindungi informasi yang diperoleh selama proses audit. Informasi audit tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun untuk merugikan pihak auditee.

5. Independensi

Prinsip ini menuntut ketidakberpihakan dalam pelaksanaan audit serta objektivitas dalam kesimpulan audit. Auditor harus bebas dari aktivitas yang diaudit dan dari konflik kepentingan, serta berupaya menghilangkan bias demi menjaga objektivitas.

6. Pendekatan Berbasis Bukti

Dalam melaksanakan audit, auditor harus mengumpulkan bukti audit yang relevan dan dapat diverifikasi. Auditor juga perlu menerapkan teknik pengambilan sampel yang tepat untuk mendukung kesimpulan audit.

7. Pendekatan Berbasis Risiko

Audit harus dilaksanakan dengan pendekatan yang mempertimbangkan risiko dan peluang. Pendekatan berbasis risiko ini memengaruhi perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit agar audit berfokus pada hal-hal yang signifikan bagi klien audit (auditee) serta mendukung pencapaian tujuan audit.

Sumber: Materi internal audit ISO 19011:2018 Sintegral Consulting
 
Tulisan ini diperbarui 3 Februari 2026 

Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan