Keberhasilan penerapan ISO 9000 sangat bergantung pada kompetensi auditor internal perusahaan. Jika pengetahuan auditor internal mengenai teknik audit tidak memadai, efektivitas sistem ISO 9000 yang diterapkan di perusahaan patut diragukan.
Oleh karena itu, keterampilan auditor internal perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menulis laporan audit.
Dalam kegiatan audit ISO, laporan audit memegang peranan penting. Jika auditee (pihak yang diaudit) tidak memahami isi laporan karena ditulis dengan kalimat yang rumit atau sulit dipahami, wajar apabila mereka enggan atau menolak melakukan perbaikan. Jika perbaikan tidak dilakukan, bagaimana sistem ISO 9000 dapat berjalan secara efektif?
Seorang auditor sebaiknya memiliki kemampuan menulis yang baik. Auditor perlu memahami tata bahasa yang benar agar isi laporan dapat dipahami dengan jelas oleh pembacanya.
Perhatikan contoh kalimat laporan audit berikut:
Metode internal audit yang dilakukan pada tanggal 30 Juni–2 Juli 2007 tidak sesuai dengan ketentuan dalam PRC-MGT-03 Rev. 0, dan tidak dilakukan tindakan koreksi terhadap seluruh temuan ketidaksesuaian hasil internal audit tersebut.
Kalimat laporan audit di atas menyertakan bukti yang jelas. Pertama, prosedur PRC-MGT-03 mengatur pelaksanaan audit, tetapi ketentuan tersebut tidak dipatuhi. Kedua, auditor mencantumkan waktu pelaksanaan audit internal yang belum ditindaklanjuti dengan perbaikan, yaitu pada tanggal 30 Juni–2 Juli 2007.
Hal yang sama terlihat pada contoh laporan audit berikut. Nama alat AT-I-P, tanggal kejadian, dan prosedur PRC-MTC-02 yang mengatur tata cara perbaikan alat digunakan sebagai bukti audit:
Data perbaikan alat AT-I-P tanggal 30 Januari 2007 tidak dicatat dalam log book sebagaimana disyaratkan dalam prosedur PRC-MTC-02 dengan menggunakan formulir FRM-MTC-01.
Kembangkan keterampilan Anda dalam menulis laporan audit agar laporan yang dibuat jelas, akurat, dan mudah dipahami.
Baca juga

Comments
Post a Comment