Skip to main content

Indonesia termasuk negara yang mengantongi sertifikat ISO 37001 terbanyak di dunia, tapi korupsi terus Merajalela

Kontradiksi antara banyaknya sertifikat ISO 37001 dan tingginya korupsi di Indonesia

Jumlah sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001 yang berhasil diraih oleh perusahaan di Indonesia tergolong tinggi dan masuk jajaran peringkat atas dunia. Namun ironisnya, tingkat korupsi di Indonesia masih tergolong tinggi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang secara rutin dipantau kondisi korupsinya. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2023 yang dirilis oleh Transparency International (TI), skor IPK Indonesia adalah 34 dari 100 (dengan skala 0 = sangat korup dan 100 = sangat bersih).

Di sisi lain, menurut survei ISO tahun 2022 tentang perolehan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001, Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia. Negara dengan jumlah sertifikat ISO 37001 terbanyak adalah Peru, disusul Italia, Korea Selatan, dan kemudian Indonesia.

Pertanyaannya, bagaimana kita menjelaskan kondisi ini? Indonesia termasuk negara dengan jumlah sertifikat ISO 37001 terbanyak di dunia, tetapi praktik korupsi masih marak menurut berbagai survei.

Pertanyaan ini banyak saya diskusikan di grup yang saya kelola, yaitu QualityClub. Beragam tanggapan dan pengalaman menarik disampaikan oleh para anggota. Berikut rangkuman beberapa pendapat mereka:
  • “Komitmen manajemen dalam penerapan SMAP ISO 37001 masih rendah, sehingga sertifikat yang diperoleh hanya menjadi hiasan dinding.”
  • “Benar, Pak. Berdasarkan pengalaman saya, saat melakukan audit internal ditemukan ketidaksesuaian yang seharusnya dikategorikan mayor. Namun setelah rapat dengan manajemen, temuan tersebut diturunkan menjadi minor, bahkan ada yang diminta dihapus, karena jika menjadi mayor sertifikat tidak bisa diterbitkan.”
  • “Dalam pengembangan sistem manajemen ISO 37001 yang dibantu konsultan, sering kali sistem yang dibuat tidak sesuai dengan aktivitas nyata perusahaan, sehingga penerapannya justru salah arah.”

Kondisi ini menunjukkan bahwa sudah saatnya organisasi di Indonesia benar-benar menyadari pentingnya penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 secara sungguh-sungguh. Praktik suap dan korupsi terbukti berdampak buruk terhadap kinerja, reputasi, dan keberlanjutan organisasi.

Saya berharap semua pihak yang terlibat dalam penerapan ISO 37001 dapat membaca tulisan ini, lalu memberikan komentar, masukan, atau solusi konkret melalui kolom komentar di blog ini, demi memperbaiki penerapan sistem manajemen ISO 37001 di organisasi Indonesia.

Jika Anda ingin mengetahui data jumlah sertifikat ISO yang diperoleh berbagai negara di seluruh dunia, silakan klik disini

Tuisan ini diperbarui: 18 Januari 2026

 Baca juga:


Comments

Popular posts from this blog

Download Checklist Audit ISO 9001 versi 2015

Penerapan ISO 9001 versi 2015 memerlukan pengecekkan secara berkala. Pemeriksaan berkala ini disebut kegiatan audit internal. Audit internal dilakukan untuk memastikan bahwa sistem manajemen mutu telah diterapkan memenuhi kaidah-kaidah yang disyaratkan ISO 9001 versi 2015. Agar kegiatan audit internal tidak terlalu lama, pelaksanaan audit membutuhkan alat-alat bantu, misalnya checklist audit. Checklist audit akan membantu auditor (orang yang melakukan audit) sebagai panduan. Password Contoh checklist audit ISO 9001 versi 2015   (password LIST01) File Checklist audit ini merupakan  sumbangan bapak Safrudin (syafaran@yahoo.com), anggota WA Grup ISO    Semoga file bermanfaat buat Anda yang bertugas sebagai auditor internal perusahaan dalam rangka melakukan audit internal sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001 versi 2015.

Ini Dia Tabel Isu Internal dan Eksternal ISO 9001:2015

Kita harus mengenal isu internal dan isu eksternal pada perusahaan di tempat kita bekerja. Hal ini disyaratkan dalam standar ISO 9001:2015, klausul 4.1 Memahami Organisasi dan Konteks organisasi. Saya kutip persyaratan lengkap ISO 9001:2015 terkait konteks organisasi yang berbunyi: 4.1 Memahami organisasi dan konteksnya Organisasi harus menentukan masalah internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan stratejik yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu internal dan eksternal. Sumber: SNI ISO 9001:2015 

Apa Tugas Seorang Management Representative?

Siapa yang sebaiknya menjabat sebagai Management Representative (MR), dan apa saja tugasnya? Pertanyaan ini sering saya terima, terutama melalui email. Management Representative (MR) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan. Perannya adalah mengoordinasikan seluruh jajaran manajemen agar sistem berjalan sesuai dengan persyaratan standar. Standar ISO 9001 sendiri tidak menetapkan kriteria khusus mengenai siapa yang harus menjabat sebagai MR. Namun, disarankan posisi ini dipegang oleh personel dengan jabatan cukup tinggi, seperti General Manager (GM) . Jika hal tersebut tidak memungkinkan, manajemen setidaknya menunjuk seseorang pada level manajer . Hal ini penting karena MR berperan sebagai koordinator sekaligus penggerak implementasi sistem mutu di perusahaan. ISO 45001:2018 Bahasa Indonesia Adapun tugas-tugas Management Representative antara lain: Menjamin sistem manajemen mutu ISO 9001 ditetapkan, diterapkan, d...

Join Sintegral Group

Forum ISO untuk tim ISO perusahaan