Kata kawan saya, auditor mutu internal ISO yang baik dan andal biasanya adalah mereka yang pernah berprofesi sebagai jurnalis. Kenapa?
Menurut teman saya yang juga seorang wartawan, ada dua alasannya: memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar meneliti sesuatu.
Jurnalis dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sifat ini penting karena mereka harus mencari kepastian atas suatu informasi atau peristiwa yang nantinya akan dijadikan bahan berita.
Untuk menyusun sebuah berita, jurnalis membutuhkan banyak informasi dari berbagai sumber. Informasi tersebut harus dikumpulkan, dipilah, lalu dianalisis sebelum ditulis menjadi berita yang berkualitas. Semua proses itu membutuhkan rasa ingin tahu yang tinggi. Tanpa sifat tersebut, informasi yang diperoleh bisa saja tidak lengkap atau asal-asalan sehingga kualitas berita menjadi kurang baik.
“Kalau tidak punya rasa ingin tahu, jangan jadi wartawan,” kata teman saya.
Selain rasa ingin tahu, jurnalis juga memiliki kebiasaan meneliti sebelum melakukan wawancara. Bahkan, sering kali mereka sudah memiliki gambaran jawaban yang diharapkan dari narasumber.
Sebelum wawancara dilakukan, jurnalis biasanya mencari informasi awal dengan membaca berbagai referensi dan bertanya kepada orang-orang yang mengenal narasumber. Tujuannya agar pertanyaan yang diajukan menjadi lebih sistematis, terarah, dan fokus. Dengan persiapan seperti itu, proses penyusunan berita pun menjadi lebih mudah.
Menurut teman saya, sifat rasa ingin tahu dan kebiasaan meneliti juga harus dimiliki oleh auditor internal. Auditor yang memiliki kedua sifat tersebut dapat menjadi auditor internal yang andal.
Baca juga:
Sepuluh Kendala Audit Internal
Internal Quality Audit, Audit Proses atau Perorangan?
Tips Calon Auditor Mutu Internal
Audit Top Management, Mengapa?
Jurus Ampuh Audit Mutu Internal (Bagian 1)
Jurus Ampuh Audit Mutu Internal (Bagian 2)
Audit Selesai, Lalu Bagaimana Menulis Laporan Audit?
Tak Ada Bukti, Tak Ada Laporan
Panduan Audit ISO 9001
Auditor Menuntut Bayaran
Theory of Constraint dan Internal Auditor ISO 9000
Menurut teman saya yang juga seorang wartawan, ada dua alasannya: memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan gemar meneliti sesuatu.
Jurnalis dikenal memiliki rasa ingin tahu yang besar. Sifat ini penting karena mereka harus mencari kepastian atas suatu informasi atau peristiwa yang nantinya akan dijadikan bahan berita.
Untuk menyusun sebuah berita, jurnalis membutuhkan banyak informasi dari berbagai sumber. Informasi tersebut harus dikumpulkan, dipilah, lalu dianalisis sebelum ditulis menjadi berita yang berkualitas. Semua proses itu membutuhkan rasa ingin tahu yang tinggi. Tanpa sifat tersebut, informasi yang diperoleh bisa saja tidak lengkap atau asal-asalan sehingga kualitas berita menjadi kurang baik.
“Kalau tidak punya rasa ingin tahu, jangan jadi wartawan,” kata teman saya.
Selain rasa ingin tahu, jurnalis juga memiliki kebiasaan meneliti sebelum melakukan wawancara. Bahkan, sering kali mereka sudah memiliki gambaran jawaban yang diharapkan dari narasumber.
Sebelum wawancara dilakukan, jurnalis biasanya mencari informasi awal dengan membaca berbagai referensi dan bertanya kepada orang-orang yang mengenal narasumber. Tujuannya agar pertanyaan yang diajukan menjadi lebih sistematis, terarah, dan fokus. Dengan persiapan seperti itu, proses penyusunan berita pun menjadi lebih mudah.
Menurut teman saya, sifat rasa ingin tahu dan kebiasaan meneliti juga harus dimiliki oleh auditor internal. Auditor yang memiliki kedua sifat tersebut dapat menjadi auditor internal yang andal.
Baca juga:
Comments
Post a Comment